"Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri" Ir.Sukarno
Poster Anti Korupsi

Pengertian dan Definisi Korupsi

KORUPSI dari berbagai sudut pandang secara Etimologi, secara Politis, dan lainnya, Maka Korupsi bisa dijelaskan seperti berikut:

Baca Selengkapnya

Pelajar Kolonial Belanda

Mahasiswa Indonesia Pertama di Luar Negeri

Siapa orang Indonesia per tama yang belajar ke luar negeri? Sejauh yang termaktub dalam dokumen sejarah, Jawabannya adalah empat pemuda Ambon:

Baca Selengkapnya

Daftar Hakim Korup

Daftar Hakim Korup Juni 2011

Ketika penegak hukum yang diandalkan mampu berlaku jujur dan tegas melawan korupsi justru terlibat kasus dan skandal suap. Berikut daftar hakim-hakim korup dari beberapa sumber:

Baca Selengkapnya


Mahasiswa Indonesia Pertama di Luar Negeri

8 Juli 2011 | 0 comments

Suara Merdeka, 12 Juni 2011
Para Perintis Student Indonesia

Siapa orang Indonesia per tama yang belajar ke luar negeri?
Sejauh yang termaktub dalam dokumen sejarah, Jawabannya adalah empat pemuda Ambon: Marcus de Roy putra raja Kielang, Andrea de Castro putra raja Soya, Laurens de Vretis dari Hative, dan Laurens Queljo dari Halong. Mereka pada Oktober 1620 meninggalkan tanah kelahiran menuju Negeri Belanda.

Cees van Dijk dalam buku Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda, 1600-1950, menulis: empat pemuda itu dipilih oleh Letnan Gubernur Ambon, Herman van Speult, untuk belajar teologi. Mereka disiapkan menjadi pendeta Kristen yang rencananya memberi pelayanan di Hindia.

Tiba di Belanda pada 1621, Marcus de Roy dan kawankawan diterima Pangeran Maurits. Mereka lalu beroleh kesempatan mengunjungi kotakota penting di negeri itu. Dengan biaya dari VOC mereka ditempatkan di rumah Pendeta Petrus Wassenburgius di Amersfoort untuk belajar agama Kristen dan Bahasa Latin. Dari sana, pemuda-pemuda pilihan itu dipindahkan ke Leiden, yang saat itu memiliki seminari baru.
Namun van Dijk tak yakin apakah mereka akhirnya benarbenar belajar di sana. Sebab sebuah dokumen sahih tak menerakan nama mereka dalam daftar siswa seminari itu.

Lihat juga berita terkait:

Pada 1630, tiga dari empat pemuda itu: Marcus de Roy, Andrea de Castro, dan Laurens de Fretis, kembali ke Ambon (Laurens Queljo meninggal di Belanda). Namun mereka tak menunjukkan minat terhadap agama Kristen. Alih-alih jadi pendeta, Marcus de Roy dan kawan-kawan malah diangkat menjadi kadet laut.

Jauh hari kemudian, tepatnya pada 1898, seorang pemuda Jawa secara sadar melanjutkan studinya ke Belanda. Ia adalah RM Panji Sosrokartono, putra Bupati Jepara RM Adipati Aryo Sosroningrat, yang juga kakak kandung RA Kartini. Setamat Eropesche Lagere School di Jepara dan Hogere Burger School di Semarang, pemuda cerdas itu berlayar ke Belanda. Awalnya ia belajar di sekolah tinggi teknik di Delft. Namun karena tak merasa cocok, ia pindah ke Fakultas Sastra dan Filsafat di Universitas Leiden. “De Mooie Sos“ atau Sos yang tampan, sapaan Sosrokartono, punya bakat besar dalam bidang bahasa. Ia disebut-sebut menguasai sekitar 20 bahasa, baik bahasa di Nusantara maupun internasional. Namun di Leiden, ia hanya mendapatkan gelar doctorandus, tanpa pernah menyelesaikan promosi doktoralnya.

“De Javanese Prins“ atau Pangeran dari Tanah Jawa, sapaan Sosrokartono yang lain, kemudian memilih bekerja. Mula-mula ia menjadi wartawan perang The New York Herald, lalu juru bahasa di Volken Bond atau Liga Bangsa-bangsa.

Lapisan Atas Setelah Sosrokartono, sejumlah pemuda Hindia Belanda menyusul sekolah ke Eropa. Mereka seluruhnya berasal dari lapisan atas masyarakat bumiputera, antara lain Abdul Rivai (putra pasangan Abdul Karim, seorang guru, dan Siti Kemala Ria yang masih keluarga raja di Moko-moko, Bengkulu), RM Noto Soeroto (putra Pangeran Aryo Notodirodjo dari keluarga Pakualaman), RM Soerjo Soeparto (putra Mangkunegara V). Pangeran Ario Hoesein Djajadiningrat (putra Raden Bagoes Djajawinata, Bupati Serang), dan KRA Arya Soemitro Kolopaking (putra KRAA Jayanegara II, Bupati Banjarnegara).

Banyaknya pemuda Hindia Belanda yang belajar di Eropa dipengaruhi oleh kebijakan politik etis yang dicetuskan van Deventer pada 1901. Selain Belanda dan sejumlah negara Eropa, Mesir juga menjadi tujuan belajar pemuda Hindia.

Martin van Bruinessen, guru besar kajian Islam Universitas Utrecht, menyebut Abdul Manan Dipomenggolono, sebagai orang Hindia pertama yang belajar di Universitas Al Azhar Kairo. Ia yang kemudian ia dikenal sebagai pendiri Pesantren Tremas di Pacitan, Jawa Timur itu, berlayar ke Mesir pada medio abad ke-19. Memasuki abad ke-20, mereka yang kuliah di Al Azhar juga berasal dari luar jawa.

Meski berasal dari keluarga terkemuka, bukan berarti mereka didukung dana belajar yang memadai. Banyak dari mereka yang harus hidup nelangsa di Eropa. Dr Abdul Rivai dalam buku Student Indonesia di Eropa (berasal dari kumpulan artikel berseri di surat kabar Bintang Timoer antara November 1926Mei 1928) menggambarkan kenelangsaan itu. Ada yang jatuh melarat di Paris, menjadi kuli di Brussel, sakit tapi tak sanggup berobat ke dokter, hingga yang paling tragis anak seorang raja yang sakit dan meninggal di kamar kosnya di Swiss.

Jauh dari tanah air menumbuhkan rasa solidaritas. Mereka pun saling membantu, baik dalam urusan belajar, keuangan, hingga politik. Solidaritas inilah yang kemudian melahirkan Indische Vereniging atau Perhimpunan Indonesia, organisasi pencetus Manifesto Politik 1925, yang menurut Prof Sartono Kartodirdjo lebih fundamental ketimbang Sumpah Pemuda.


Oleh: Rukardi

Biodata Pramono Edhie Wibowo

30 Juni 2011 | 0 comments

Foto Pramono Edhie Wibowo
Pramono Edhie Wibowo lahir di Magelang, 5 Mei 1955. Putra dari Letjen (purn) Sarwo Edhie Wibowo, Adik dari Ani Yudhoyono (isteri Susilo Bambang Yudhoyono). Lulusan AKABRI tahun 1980.

Beliau mengawali karier militernya sebagai Komandan Peleton-4 Kopassandha atau saat ini bernama Kopassus. Selanjutnya menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarno Putri (presiden RI ke-5) tahun 2001 hingga 2004.

Pangkat Jenderal Bintang Satu diperoleh pada awal tahun 2005, kemudian pada tahun itu juga kembali ke lingkungan Kopassus menjabat sebagai Wadanjen Kopassus hingga tahun 2007.

Pada 2007, Pramono dipercaya sebagai Kasdam IV/Diponegoro.

Tahun 2008 menjabat Komandan Jenderal Kopassus, Pangdam III/Siliwangi pada 2009, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo kemudian menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat(Pangkostrad) dengan pangkat baru Letnan Jenderal pada 27 September 2010, menggantikan Letjen TNI Burhanuddin Amin.

Tahun 2011 menjabat menjadi Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal George Toisutta.

Itulah sekilas profile mengenai jejak karier Pramono Edhie Wibowo yang kini telah menjadi KSAD baru pada 30 Juni 2011. Selamat kepada Bapak Pramono Edhie, semoga bisa berbakti kepada bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta ini dengan baik, benar dan bertanggungjawab.

Link terkait:
Militer autrement (Collection "Nouvelles pratiques sociales") (French Edition)
Media, militer, politik: Crisis communication : perspektif Indonesia dan internasional
Aceh bersimbah darah: Mengungkap penerapan status Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh, 1989-1998
Militer Indonesia dan politik: Dulu, kini, dan kelak
ILMU BUMI MILITER INDONESIA (Djilid I)
BUKAN DISIPLIN KADAVER MELAINKAN DISIPLIN BERDJIWA : Operasi2 Militer Terhadap "Permesta" 1958

Ipar SBY jadi KSAD

| 0 comments

Foto Pramono Edhie Wibowo
Inilah rekam jejak catatan politik Indonesia terkait bidang Militer, Dimana tepat pada hari ini tanggal 30 Juni 2011 pukul 14.00 WIB telah dilantik KSAD baru Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo menggantikan KSAD lama yaitu Jenderal George Toisutta yang akan pensiun pada tanggal 1 juli 2011. Banyak berita dan gosip atau isu miring mengenai pengangkatan Letjen Pramono Edhie Wibowo sebagai Jenderal tertinggi dalam satuan Angkatan Darat Republik Indonesia, isu politis dikaitkan dengan pengangkatan dirinya dimana salah satu alasannya adalah beliau merupakan adik ipar dari Presiden RI yaitu Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Pelantikan yang berbau aroma Nepotisme ini telah menyedot perhatian Publik, baik terhadap campur tangan SBY maupun juga keraguan terhadap Letjen Edhie Wibowo yang terpilih sebagai KSAD baru. Semoga beliau bisa mengemban tugasnya dan menjawab ketidakbenaran akan keraguan publik tersebut.
Catatan politik Indonesia berkaitan dengan kampanye anti korupsi dari pemerintah dalam proses pemberantasan korupsi berkaitan dengan isu nepotisme dalam dunia Militer dan Pertahanan terutama di tubuh TNI

Dan inilah salah satu bukti rekam media massa terkait mengenai berita tersebut:
Suara Merdeka, 30 Juni 2011
JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih saudara iparnya, Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo, sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal George Toisutta yang akan pensiun per 1 Juli. Pelantikan Pramono akan digelar Kamis (30/6) ini di Istana Negara.”Besok pukul 14.00 akan dilantik. Pelantikan dipimpin presiden langsung di Istana Negara,” jelas Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Rabu (29/6).Sudi menegaskan, pilihan SBY terhadap Pramono Edhie didasarkan pada prestasi, track record, dan jenjang karier.
Sudi membantah bila ada unsur nepotisme dalam pemilihan ipar SBY ini menjadi KSAD.”Pak Pramono pernah menjadi ajudan Presiden Megawati. Untuk menjadi ajudan presiden itu tidak mudah, ada tes yang harus dilewati,” terang Sudi.
Sebelumnya, TNI AD telah menyaring tujuh nama perwira tinggi berpangkat letnan jenderal. Dari tujuh nama, tiga di antaranya dinyatakan layak diajukan kepada presiden. Sisanya tidak dipilih karena usia pensiun yang sudah dekat.
Ketiga nama layak itu adalah Wakasad Letjen Budiman (alumnus Akabri 1978, lahir 1956), Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo (alumnus Akabri 1980, lahir 1955) dan Dankodiklat Letjen Marciano Norman (alumnus Akabri 1978, lahir 1954).Dari tiga nama tersebut, Panglima TNI hanya mengajukan satu ke presiden SBY, yakni Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo. Sebelum menjabat sebagai Pangkostrad, Pramono pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Pangdam III Siliwangi.
Ucapan Tak Terbukti
Dipilihnya Pramono Edhie menjadi KSAD mengentalkan kepercayaan masyarakat terhadap SBY sebagai sosok yang tidak sesuai antara ucapan dan tindakannya.”Dipilihnya Pramono yang juga ipar SBY menjadi KSAD, membuktikan bahwa banyak hal tak terbukti,” kata Direktur Nasional Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, kemarin.Menurutnya, dalam bulan ini dan beberapa waktu sebelumnya, SBY seringkali menyatakan bahwa dirinya akan menjauhi politik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). SBY juga menyiratkan bahwa dirinya dan istrinya tak akan mencalonkan diri pada Pemilu 2014.”SBY juga menyatakan, politik sebaiknya bebas dari kekerabatan. Namun, ucapan dan pidato-pidato manis itu ujungnya hanya untuk menaikkan pamornya,” ujar Ray.
Pidato tersebut, kata Ray, secara selintas hendak menunjukkan citra diri sebagai presiden yang santun, aspiratif, anti-KKN, serta sangat taat pada hukum. Dia menambahkan, penunjukan tersebut menyiratkan bahwa SBY mulai melakukan konsolidasi kekuasaan.”Setelah berhasil meminggirkan pengaruh dan jaringan Anas Urbaningrum di Partai Demokrat, SBY kini menebarkan jaringan keluarganya ke salah satu jabatan strategis di bangsa ini,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Ray yakin SBY akan membuka  peluang agar istrinya dicalonkan menjadi capres. ”Setidaknya, kalaupun bukan istrinya, iparnya memiliki peluang itu,” tukasnya. Sementara itu, anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo menyatakan, sejak awal dirinya yakin, pada saat Pramono dipromosikan sebagai Pangkostrad, maka yang bersangkutan dipastikan sudah dipersiapkan masuk nominasi KSAD. Terlebih biasanya posisi KSAD berasal dari Pangkostrad atau Wakil KSAD.”Menurut saya, wajar saja dan tidak ada kejutan kalau akhirnya Pangkostrad naik menjadi KSAD. Justru akan jadi sebuah kejutan kalau Pramono tidak menjadi KSAD,” tandasnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, dengan naiknya Pangkostrad menjadi orang pertama di lingkungan TNI AD, maka nama-nama orang yang akan memimpin TNI AD pada masa depan bisa dicermati.Menurutnya, nama-nama tersebut antara lain Danpaspampres Mayjen Agus Sutomo (Akmil 1984) dan Mayjen Agus Suryabhakti (1984) yang sekarang bertugas di BNPT dan pernah menerima kenaikan pangkat luar biasa.”Nama lain adalah Gubernur Akmil Mayjen  Bachtiar (Akmil 1984), Pangdam Brawijaya Mayjen (TNI) Gatot Nurmantyo (Amil 1983) dan Pangdiv Kostrad yang juga mantan Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mayjen (TNI) Munir (Akmil 1983),” paparnya. (F4,H28-43)
Keraguan Publik harus bisa dijawab dengan kinerja disertai tanggungjawab besar dalam mengemban tugas tanpa mengutamakan kepentingan kepentingan pribadi, keluarga dan golongan tetapi lebih mkengedepankan kepentingan berbangsa dan bernegara. Kampanye Anti korupsi harus selalu didukung untuk Indonesia lebih baik.

Link:
Militer dan politik kekerasan orde baru: (Seri kajian tentang militer dan politik di Indonesia)
Berpolitik atau kembali ke barak: Militer dalam wacana masyarakat madani
Saatnya militer keluar dari kancah politik
Hubungan sipil-militer dan transisi demokrasi di Indonesia: Persepsi sipil dan militer
Hukum militer

Pengertian tentang Korupsi

16 Juni 2011 | 2 comments

Poster Anti Korupsi

Pengertian / definisi KORUPSI dari berbagai sudut pandang
Korupsi adalah sebuah kata yang memiliki banyak arti negatif, beberapa definisi Korupsi jika ditinjau secara Etimologi dan linguistik kebahasaan, secara Politis, secara ekonomi dan secara Sosial kemasyarakatan, Maka kata Korupsi bisa dijelaskan sebagai berikut:

1. KORUPSI ditinjau secara Etimologi dan linguistik kebahasaan:
Secara Etimologinya kata Korupsi berasal dari kata corruptio atau corruptus atau corrumpere dalam bahasa Latin yang kemudian dalam bahasa Belanda menjadi Korruptie yang kemudian diserap lagi ke dalam bahasa Indonesia menjadi Korupsi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1991, Kata Korup memiliki arti busuk, palsu dan suap, sehingga secara Linguistik kebahasaannya bahwa kata Korupsi mengandung arti proses pembusukan atau pelapukan yang bekerja secara sistematik dan visioner dalam menggerogoti dan menjerumuskan kearah hal-hal yang negatif dan destruktif.

2. KORUPSI ditinjau secara Politis;
Dalam bidang politik maka korupsi erat kaitannya dengan Kekuasaan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Pemerintah dan bisa berkaitan pula dengan kepentingan-kepentingan yang berhubungan dengan Partai Politik tertentu.

Definisi Korupsi kaitannya dengan politik menurut Joseph Nye yaitu “corruption as a behavior which deviates from the normal duties of a public role because of private – regarding (family, close private clique), pecuniary or status gain, or violates rules against the exercise of private-regarding influence”. Artinya bahwa Korupsi sebagai sebuah perilaku yang menyimpang dari norma dan peraturan yang berlaku demi kepentingan pribadi berdasarkan kepentingan keluarga dan relasi terdekat untuk mendapatkan keuntungan materi atau menaikkan status sosial (Dikenal pula dengan Nepotisme).

Sedangkan menurut Transparency International, “Corruption is operationally defined as the abuse of entrusted power for private gain”. Korupsi merupakan praktek dalam penyimpangan wewenang yang telah dipercayakan kepadanya demi kepentingan pribadi. Pengertian korupsi menurut Transparency International inilah yang lebih cocok menjelaskan definisi korupsi itu sendiri karena bisa mewakili segala bentuk korupsi dalam segala bidang. semisal korupsi waktu saat bekerja untuk kepentingan pribadinya sendiri, hal ini dapat menyebabkan kurangnya efektifitas kerja yang pada akhirnya merugikan pihak tertentu yaitu perusahaan.

3. KORUPSI ditinjau secara Ekonomi;
Definisi korupsi secara finansial inilah yang dipakai oleh masyarakat untuk mengartikan kata Korupsi secara umum karena perilaku koruptif sendiri dianggap sebagai akibat dari modernitas yang kemudian menumbuhkan jiwa materialistis dari tiap individu.

Secara Umum Korupsi berarti perilaku dari aparatur pemerintah ataupun pejabat, politisi, aparat dan penegak hukum, pegawai negeri ataupun swasta maupun individu, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang yang di percayakan oleh masyarakat kepada mereka.

4. KORUPSI ditinjau secara Sosial
Secara sosial maka Korupsi dapat dipahamai dan dilihat dari 3 elemen dasar sudut pandang masyarakat itu sendiri yang menyangkut Subjektivitas, Objektivitas dan Moralitas. Dimana Subjektivitas menyangkut pada psikologi tiap individu mengenai orientasi, gaya hidup, dan kebutuhan dasar. Ketika individu memiliki gaya hidup dan kebutuhan dasar yang tinggi maka rentan berpola pikir dan berperilaku nalar koruptif.

Sedangkan secara Objektivitas atau epistemologis lebih menyangkut pada lingkungan masyarakat mengenai kepedulian sosial, dan aturan normatif tentang benar atau salah. Ketika perbuatan yang salah secara normatif (*merugikan orang lain) sudah dianggap sesuatu yang normal atau wajar maka akan rentan tumbuh perilaku koruptif dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Sedangkan secara moralitas lebih berhubungan dengan ajaran dan perintah Agama dimana seseorang diwajibkan untuk berprilaku baik dan benar yang orientasinya nanti lebih dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang telah menciptakannya. Tidak jarang pula kalau nilai moralitas ini juga banyak tersirat dalam norma-norma masyarakat yang telah disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat.



Sumber:
Girling John 1997, Corruption, Capitalism and Democracy, Routledge, London
Joseph Nye, Corruption and Political Development: A Cost-Benefit Analysis, American political science review, Vol 61, No2, June 1967
Jeremy Pope 200, Comforting Corruption: The elements of a National Integrity System, Transparency International, Berlin, Germany
Wikipedia Indonesia: Artie kata Korupsi, id.wikipedia.org/wiki/Korupsi
 
© Copyright 2011 Catatan Politik Indonesia All Rights Reserved.
Template by Herdiansyah Hamzah | Powered by Blogger.com.
Subscribe Catatan Politik Indonesia | [Valid Atom 1.0]